Papan tulisan

ada papan ada tulisan

May 19, 2013

Pulang Sore

Filed under: Petualangan
Di perjalanan pulang dari shelter Anggriawan bareng Putra, kita mau ngerilis ular yang tadi dia temuin waktu bersih-bersih danau..

P:   Ini mau gw bawa pulang ah *sambil megang ular
U:   Mau lu pelihara?
P:   Ya nggaklah, becanda. Gw udah tobat kali Mil, ngga mau melihara lagi.
U:   Oh, emang udah berapa hewan yang mati dalam pemeliharaan elu Put? Hehe
P:   Ada dua, burung, tapi itu juga gara-gara emang udah tua.
U:   Ih gw jadi inget sih dulu pas kecil pernah melihara ikan
P:   Terus kenapa ikannya?
U:   Gw cekokin sabun cuci piring Puuut.. aaaaaa *menyesal
P:   Wakakak
U:   Iya, gw masih inget tatapan matanya pas gw taro di tempat sampah..
P:   Wakakakak
U:   Huhu.. padahal dia masih megap-megap waktu itu, masih punya harapan hidup :’(
P:   Wakakakakak
U:   Gw jadi ngeri takutnya ntar di akhirat gw digituin sama ikan
P:   Wakakakakakakaka
U:   …. *Ketawa doang si Putra waktu denger pengakuan dosa gw. -..-

The End

Abis itu kita rilis ularnya di danau belakang LSI. Hewan liar emang tempat terbaiknya di alam, di habitatnya sendiri.. Bebas dari tangan anak kecil yang (mungkin) bakal nyekokin sabun cuci piring..

Dan suwer sodara-sodara, sore itu pemandangannya indah banget. Ada pelangi, ada gerombolan Nycticorax nycticorax yang istirahat di cabang-cabang pohon, suara Rana chalconota yang sahut-sahutan, dan hamparan rumput, yang sebenernya hasil pendangkalan danau. Cocok buat nyepi sendirian, adem. Ketemu satu tempat lagi di IPB buat ngebuang stress.

 
-edited 23/05/2013-
Taraaa… Inilah penampakan si ular bernama Homalopsis buccata, diambil dari FBnya Putra.
Homalopsis buccata 

May 16, 2013

Ibuku, Emakku, Mamaku

Filed under: Persembahan

Ibuku adalah wanita yang melahirkan aku, istri dari bapakku, dan anak dari mbahku. Ibuku adalah wanita yang aku panggil mama-bersanding dengan bapak, aku sebut emak dalam obrolan sehari-hari, dan terdaftar sebagai “ibuku” dalam kontak hpku.

Ibuku adalah satu-satunya wanita selain aku dalam keluargaku, karena bapak, kakak, dan adikku semuanya adalah lelaki. Maka hanya kepada ibukulah aku belajar tentang kehidupan perempuan.

Ibuku adalah wanita yang pemurah. Saking pemurahnya, tiap libur lebaran dan kami pulang kampung, bawaan kami pasti berlipat kali jumlahnya karena diisi oleh-oleh. Padahal bukan main berat dan repotnya ritual perjalanan sekali setahun itu, dan ibuku hanya akan berkata maklum, “Namanya juga libur lebaran.”

Ibuku adalah wanita yang tidak seperti ibu-ibu dalam sinetron. Kalau ibuku marah nada suaranya tidak akan lebih tinggi dari satu oktaf, bahkan tidak sampai nada “do” tinggi, paling-paling hanya sampai nada “re”.

Ibuku adalah wanita yang gampang khawatir tentang aku dan saudara-saudaraku. Dulu ia sering menghubungi teman-temanku jika aku belum pulang hingga malam, ketika hp belum jadi milikku. Tapi kekhawatiran ibuku tidak menyulitkan anaknya untuk ikut kegiatan sekolah, ataupun kemping ke ujung barat pulau Jawa. Ia takut untuk naik wahana di Dufan, sehingga dengan senang hati akan setia menunggui barang bawaan ketika anak-anaknya sibuk mengantri naik wahana. Ibuku adalah wanita yang suka membeli penganan, memasak macam-macam, tapi tetap saja membolehkan abang dan adikku untuk jajan, meski agak berat hati pastinya. Maka biasanya aku dan ibukulah yang makan makanan rumah bersama-sama.

Ibuku itu.. wanita yang keren. Keren seperti aku. Err.. tidak-tidak. Ia tipe wanita yang kuat, kuat menguras rumah ketika kami sering kebanjiran dulu, kuat mengangkat galon penuh berisi air, dan kuat untuk tidak marah-marah selalu. Ibuku jarang menangis, tapi ia juga mudah untuk menangis, mungkin saja ibuku sering menangis tanpa aku ketahui. Di setiap “sungkeman” lebaran, ibuku pasti menangis. Dulu-dulu sewaktu kecil aku biasa saja melihatnya, tapi semakin besar aku jadi ingin ikut menangis kalau melihat ibu menangis. Tangisan ibuku juga keren, tidak seperti menangis, hanya saja ada air yang keluar dari matanya.

Ibuku adalah wanita.. yang kadang mengirimiku sms panjang, tapi hanya menjawab singkat jika aku mengiriminya sms yang panjang. Akhir-akhir ini aku jarang bertemu ibuku. Hanya lewat sms dan telepon singkatlah kami berbicara. Rata-rata setelah tiga minggu baru aku akan pulang, untuk menginap satu-dua malam di rumah, memakan masakan ibuku, dan mencium tangannya. Minggu ini bahkan sudah mulai minggu keempat aku tidak bertemu ibu. Bagaimana perasaan ibu yang lama tidak bertemu anaknya, aku tidak tahu. Kangen pasti, rindu tentu, tapi ibu tidak pernah memaksa aku pulang.

Hubunganku dengan ibuku bisa dibilang tidak mesra. Entah kenapa malu rasanya untuk sekedar memeluk ibu, mencium pipinya, bahkan sekedar mengucapkan “Selamat ulang tahun, Ma”, atau “Selamat hari Ibu, Ma” jika momen-momen itu tiba. Maka biasanya lewat tulisan-tulisan di blog sajalah aku bisa dengan tanpa sungkan mengungkapkannya. Lewat tulisan-tulisan yang aku yakin, ibuku tidak akan membacanya. Seperti tulisan ini.

~~~

Ini tulisan yang ditulis ketika dulu ada lomba menulis tentang ibu, diposting di hari ini karena spesial ultah ibu.

Selamat ulang tahun, Ma. Sehat selalu, terima kasih untuk tahun-tahun perawatan dan pengasuhan yang penuh kasih sayang selama ini. emoticon

Maafkan anakmu yang kelakuannya masih macam bocah ini.. emoticon

Ada salam dari emakpalsu di kelas, katanya:

emakpalsu

Aamiin~ emoticon

May 15, 2013

Lepidex

Filed under: Cerita

Tidak seperti teman-teman lain atau dosen saya yang sering bercerita tentang dianggap remehnya Departemen Ilmu Komputer (ilkom) IPB di mata orang lain, saya justru sering mengalami momen ketika ekspektasi orang terlalu tinggi terhadap saya.

Banyak teman yang menganggap saya jago desain karena kuliah jurusan ilkom. Ada teman yang meminta diperbaiki laptopnya karena saya anak ilkom. Tidak sedikit teman dan kakak kelas yang meminta dibuatkan program ini-itu karena saya kuliah di Departemen Ilmu Komputer. Entah saya yang terlalu rendah diri, entah apakah  memang yang mereka anggap itu adalah kemampuan dasar seorang mahasiswa ilkom, atau mereka yang keliru beranggapan bahwa seluruh mahasiswa ilkom sudah pasti khatam dan mahir tentang permasalahan komputer dan seisinya.

Di antara sekian banyak ekspektasi yang saya terima, diantaranya yang paling banyak adalah dari temen-teman Uni Konservasi Fauna (UKF). Ada teman dari bidang kehutanan misalnya meminta dibuatkan aplikasi cameratrap yang terintegrasi dengan komputer pusat di camp. Jadi ketika ada satwa liar yang tertangkap kamera, komputer pusat akan merespon langsung dengan menampilkan gambar yang terekam camera saat itu. Ada juga yang meminta Pokedex dalam serial Pokemon, alias fieldguide digital yang langsung dapat mengidentifikasi satwa berdasarkan citra yang dipotret kamera smartphone.

Usulan terakhir tentang Pokedex ini.. sedikit menghantui saya khususnya dalam mengidentifikasi jenis kupu-kupu. Jadi hanya dengan mengambil gambar dengan kamera smartphone akan langsung dapat diketahui identitas jenis kupu-kupu yang dimaksud. Akan langsung ada deskripsi singkat beserta rujukan ke fieldguide yang asli, bahkan mungkin ada sistem suara yang akan menjelaskan jenis kupu-kupu tersebut, seperti di Pokedex yang asli. Disebutnya Lepidex karena kupu-kupu dari ordo Lepidoptera.

Tapi ada satu lagi yang membayangi saya dibalik baying-bayang Lepidex ini. Tiap teknologi baru yang tercipta secara langsung maupun tidak langsung pasti ada efek sampingnya. Saya khawatir dengan adanya jenis Pokedex ini justru dapat menumpulkan ketajaman insting dan skill teman-teman peneliti dalam mengidentifikasi satwa liar secara langsung di lapang, padahal skill ini baru bisa diperoleh setelah melalui jam terbang yang tinggi dalam melakukan pengamatan.

#digitalishareidea

April 29, 2013

Rumah Kardus

Filed under: Cerita

rumah kardus

rumah kardus

rumah kardus

rumah kardus

Bukan masalah rumah kita terbangun dari apa, tapi sama siapa kita tinggal disana. Si kucing pun betah tinggal di dalam kardus bekas air mineral, nyaman menyusui empat ekor anaknya sambil ngantuk-ngantuk, tapi tetep.. waspada. Liat aja mukanya jutek begitu, difoto juga ga senyum. Takut dipisah dari anak-anaknya kali ya. :3

p.s: Diliat dari warna anak-anaknya yang item-putih-pirang sementara sang emak kucing putih-pirang, kayaknya kucing jantan yang harus bertanggungjawab menafkahi keluarga ini adalah kucing jenis item belang. Wallahu’alam.

-depan mushola cewek Arl-

April 25, 2013

Good.. Morning

Filed under: Cerita

good..morning1

good..morning2

good..morning3

good..morning4

Beginilah pemandangan langit yang bisa gw liat kalo bangun pagi. Momen ini ga lama berlangsungnya, cuma sekitar 15 menit. Mulai dari gw liat jam setengah enam sampe gw selesai memenuhi panggilan alam di pagi hari, disini langitnya udah mulai terang jadi semburat-semburat merah-jingganya udah ga jelas keliatan.

Peristiwa yang keren macam begitu cuma bisa ketemu pagi-pagi, makanya selamat pagi itu bahasa Inggrisnya "good morning".. hehe

Makanya juga.. bangun pagi, Pil!!

    Older posts »»














Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Helga Cleve